HILPAMT
HILPAMT

HILPAMT

“Saudara Kembar Oscamts”

Melihat perkembangan yang sangat pesat dari Illiyyin Pasca, baik dari segi keilmuan, maupun kreativitas, Ust. Abdussalam selaku Kepala Daerah, merasa perlu untuk membuat sebuah wadah yang menampung hal-hal keilmuan. Terinspirasi dari Oscamts yang menjadi induk organisasi yang fokus pada kreativitas dan kesenian, maka beliau berpikir untuk membuat sebuah wadah yang menampung dan memfokuskan pada hal-hal keilmuan, dengan harapan agar keilmuan bisa berkembang pesat, seperti halnya kreativitas yang berkembang pesat karena adanya Oscamts, maka pada tanggal 14 Januari 2021 berdirilah induk Organisasi keilmuan Himpunan Lajah Pasca Amtsilati (Hilpamt) yang pertama kali diketuai oleh Tarikh Futuhal Arifin.

Periode Failasuf Mufti (2021-2022)

Pada masa-masa awal kepemimipinan, Orgaisasi Hilpamt mulai menyebarkan pengaruh melalui kegiatan belajar Bersama yang diadakan setiap malam. Selain itu Hilpamt juga membantu para santri yang ingin mempunyai kitab dengan menjadi perantara. Takroran yang sebelumnya tidak memiliki penanggung jawab, di masukan sebagai salah satu pr Hilpamt. Selain itu semua Organisasi ini juga turut mengurusi Sempil (Seminar Pendidikan) dan upacara pada Hari Santri tahun 2022. Bersama dengan Organisasi Oscamt, mereka berdua membentuk persaingan yang sehat dan saling mengungguli.

Periode M Syafiq Firmansyah (2022-2023)

Melanjutkan perjuangan dari ketua sebelumnya, Organisasi Hilpamt yang dipimpin oleh Kang Syafiq dan Ustadz Syifa Ahmad Muhiddyn terus-menerus mengalami perkembangan yang cukup pesat, meskipun harus menjadi organisasi yang bernaung dibawah Oscamt, dan tidak lagi menjadi organisasi independent. Adapun programprogram yang diususng mungkin memiliki beberapa perbedaan. Diantaranya

-Mustaka Ati

Merupakan kegiatan muthala’ah yang biasa dilakukan sehabis Shalat Dzuhur. Adapun kitabnya adalah Kitab Shorofiyah, Tatimah dan Qoidah. Alasan diadakannya program ini agar para santri tidak melupakan dasar dari ilmu nahwu yang telah mereka pelajari meskipun mereka telah sampai di fan yang tinggi.

-Sempil (Seminar Pendidikan Illiyyin)

Merupakan seminar yang membahas suatu permasalahan degan mendatangkan narasumber yang memang sangat ahli dibidangnya. Sampai tulisan ini dibuat, Organisasi Hilpamt telah mengadakan 2 kali Sempil. Yang pertama membahas seputar Musyawaroh dan relevansinya dizaman sekarang dan seputar maulid Nabi Muhammad SAW.

-Praktikum Fiqhiyyah

sebuah acara dimana para santri akan ditunjukan bagaimana cara melakukan ibadah-ibadah yang baik dan benar seperti Haji, menyembelih tayamum dll. Dan selama periode ini, 2 kali acar ini telah dilaksanakan. Pertama yang membahas seputar menyembelih hewan dan yang terakhir membahas seputar manasik-manaski ibadah haji. Dan biasanya dicara ini, Organisasi Hilpamt mengundang para embicara yang memang sudah pernah melakukan ibadah yang ditentukan.

Selain program-program diatas, Hilamt juga memiliki banyak cabang didalam dirinya dan bagian-bagian tersebut adalah

-Dewan Alfiyyah

badan yang megurusi segala hal yang berhubungan dengan Kitab Alfiyyah. Seperti mengadakan takroran Alfiyyah setiap malam bagi para santri yang telah atau ingin menjadi mukhotimin kitab Alfiyyah. Selain itu setiap Malam Sabtu akan diadakan takroran Bersama bagi seluruh santri Asrama Illiyyin Pasca. Mereka juga akan menaungi para santri yang akan mukhotim dengan mengadakan setoran Alfiyyah yang dilaksanakan ba’da setoran Kitab Fathul Muin. Dan puncaknya dewan ini mengadakan Acara Tasmi’ dimana para santri yang akan diwisuda kitab alfiyyah akan diuji kualitasnya dengan cara membaca bait-bait Alfiyyah bil ghoib. Dan acara itu dapat berjalan sukses dengan berhasilnya 20 orang calon wisudawan Alfiyyah mengkhatamkan Kitab Alfiyyah.

-Dewan Fathul Qorib

 Sama seperti Dewan Alfiyyah, dewan ini bertugas mengurusi berbagai macam hal yang berkaitan dengan Fathul Qorib, seperti pencarian sanad, mukhotimin Kitab Fathul Qorib serta membantu para santri ynag masis kesusahan membaca kitab kuning. Biasanya dewan ini akan mengadakan kegiatan belajar bersama setiap malamnya. Mereka juga akan membantu tim Ta’lif dalam pembuatan petuk Kitab Fathul Qorib.

-Dewan Durrun Syarif

Atau lebih sering dikenal dengan nama Syairul Pasca. Dewan ini mempunyai tugas, yakni membuat syi’ir di setiap PHB (Perayaan Hari Besar) yang ada. Biasanya syi’ir-syi’ir ini akan ditempel diatas pintu dan endela di asrama. Namun seiring banyaknya masalah yang dhadapi seperti sukarnya temeplan itu di lepas, akhirnya dewan ini menggunakan madding milik Organisasi Lansahaba untuk menaruh Syi’ir dalam bentuk madding.

Sebagaimana induk organisasi, Hilpamt menaungi beberapa Lajnah baru yang sebelumnya sudah terbentuk namun belum diberi nama, maupun Lajnah yang sejak pertama berdiri berada di naungan Osctams. Berikut keterangannya:

Lajnah Falakiyyah

Ilmi falak merupakan ilmu yang penting dalam menghitung waktu, tanggal dan sebagainya. Dan pastinya ilmu ini penting dipelajari mengingat kita masih harus menghitung masuknya waktu sholat, mencari arah kiblat yang benar serta menghitung tanggal islam. Menilik latar belakang tentang pondok ini yang setiap tahun memiliki kalender, namun perumusan kalender itu berasal dari pondok Iain, tentunya dirasa kurang.  Sebenarnya Ust. Hizbullah (Kepala Daerah Illiyyin Pasca sebelumnya) pernah menyinggung hal yang sama, membuat Ust.Abdussalam berpikir “Mengapa tidak membuat kalender buatan pondok sendiri?” Maka berdirilah Lajnah Falakiyah ini.

Periode M Fikri Ziyaurrahman (2020-2021)

Sebagai ketua pertama yang baru ditunjuk bersamaan dengan organisasi Hilpamt, tentunya masih ada rasa bingung dan dilema tentang masa depan Lajnah ini. Namun Fikri Ziyaurrahman berhasil membangun sendi-sendi program yang nantinya akan terus dikembangkan. Ia juga berhasil menemukan kader-kader bagi Lajnah Falak dimasa mendatang. Di periode pertama ini, lajnah ini memulai dengan menghitung waktu sholat di daerah Jepara dan arah kiblat yang sesuai.

Periode M Robby Izzi (2021-2022)

            Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, di masa Ketika Izzi menjabat sebagai ketua, Lajnah Falak telah banyak melakukan terobosan. Diantaranya mengukur arah kiblat di Aula Pasca dan membuat garis shaf shalat. Tak hanya itu dengan dibimbing oleh Bapak Hudi yang merupakan Dosen UNISNU, lajnah ini berhasil membuat kalander tahun 2022-2023. Selain menghitung waktu shalat, lajnah yang saat itu di bimbing oleh Ust Nazwan M mengadakan kegiatan untuk melihat hilal saat menjelang Bulan Ramadhan.

Periode M Taufiqurrahim (2022-2023)

            begitu masa jabatan Izzi berakhir, M Taufiqurrahim ditunjuk menjadi ketua Lajnah Falak yang baru. Semasa menjabat, Rahim bersama dengan anggota Lajnah yang lain telah menyempurnakan Kitab Nuqtah yang berisi panduan seputar Ilmu Falak. Sayangnya ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga pembuatan kalander agak terlambat. Dengan perekrutan kader-kader muda, Lajnah Falak kini mulai mengembangkan sayapnya. Bersama dengan Lajnah Ta’lif, kedua lajnah ini memulai usaha untuk menambah pemasukan.

Lajnah Sanad

Sebuah Lajnah yang bertugas mengumpulkan dan menulis Sanad dari kitab-kitab yang sudah dipelajari di Madin Pasca Amtsilati. Dilatarbelakangi keinginan untuk membukukan Sanad. Melihat banyak pondok Iain yang sudah membukukan Sanad keilmuan, maka dibentuklah Lajnah Sanad ini untuk mengupayakan pembukuan Sanad yang kemudian disowankan ke Abah Yai Taufiqul Hakim dan diapresiasi Oleh beliau.

Periode Abdul Djalil (2021-2022)

Sebagai Lajnah yang baru dibentuk saat itu, lajnah ini telah melalui pencarian sanad dari kitab yang telaaju menggantikan. unrh biasa dikaji seperti F. Mu’in, F Qorib dan banyak lagi. Hingga kemudian lajnah ini berhasil membukukan sejumlah Sanad dari kitab yang dipelajari di Madin yang kemudian diberi nama kitab Minnaturrohim.

Periode Qirthos, Bahrur Rouf (2022-2023)

            Qirtos hanya menjabat selama 6 bulan pertama. Ia turut mengembangkan Lajan Sanad ini. Alhasil saat jabatan ketua tengah kosong, wakilnya yakni Kang Rauf mengisinya. Saat ini lajnah Sanad masih terus memburu sanad yang masih belum ada. Mereka juga membantu bagi santri yang mengikuti mukhtim agar membuat pohon sanad di sebuah kertas.

LajnahTa’lif

Melihat banyaknya pelajaran yang agak sulit untuk dipelajari di Madin Pasca sepeti Balaghoh, Mantiq, Falak, dan Faroid, maka timbul suatu keinginan untuk membuat Lajnah yang bertugas untuk mempermudah pelajaran.

Juga melihat santri Pasca baru, untuk mempermudah mempelajari pelajaran tadi, mereka membeili terjemahan hasil pondok Iain. Maka timbul lagi keinginan membuat terjemahan dari anak Pasca sendiri, dari semua itu berdirilah Lajnah Tallif yang bertugas membuat metode untuk membuat anak mudah mencernannya, sepefti Alfiyyah yang akan dibuatkan rumusnya supaya anak mudah “mengkonsumsinya”.

Periode M Jalalul Mahally (2021-2022)

Sama seperti yang lain, Kang Mahally mulai membanugn pondasi dengan mencari kader-kader sebagai peuk memnznerus organisasi. Selain itu, Lajnah Ta’lif juga ditujukan untuk mengembangkan literasi kepenulisan yang berfokus pada hal keilmuan. Hampir seperti organisasi Lansahaba yang rutin membuat mading seminggu sekali, Lajnah Ta’lif juga membuat mading yang bernama MATA (Mading Tallif Pasca) dengan waktu pelaksanaan seperti Lansahaba.

Periode Ahmad Habiburrahman, Haidar Hilmy (2022-2023)

            dengan basis yang selalu dikaitkan dengan media, Lajnah Ta’lif mulai focus pada pembukuan hasil karya para alumni maupun yang lainnya. Sampai saat ini Lajnah Ta’lif telah menerbitkan Kitab Fathul Mubin vol 1 yang berisi bab thoharoh. Saat ini Kitab Fathul Mubin vol 2 telah selesai digarap. Lajnah ini juga membantu LQ menerbitkan buku seputar tajwid serta membantu dewan Alfiyyah untuk menciptakan Kitab Alfiyyah dan Ruusnya. Sayangnya MATA (Mata Ta’lif Pasca) tidak lagi dibuat. Hal ini tentu setelah mempertimbangkan manfaat, relevansi dan pemcarian tenaga kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *