IBP
IBP

IBP

Illiyyin Budi Pekerti

“ilmu tanpa akhlak? Jadi apa?”

Ketika lapar, manusia tentu akan makan. Jika haus maka minumlah jawabannya. Tetapi Ketika akhlak santri menurun, apa yang harus dilakukan? Maka mendirikan badan pengatur akhlaklah solusinya. Seperti yang diketahui umum, IBP (Illiyyin Berbudi Pekerti) adalah sebuah organisasi yang bertanggung jawab mengurusi akhlak para santri Illiyyin Pasca Amtsilati, dan organisasi ini adalah cikal bakal berdirinya Departemen Budi Pekerti dan Departemen Taqwa dimasa ustadz arinal sebagai ketua pondok. Awalnya organisasi ini berdiri pada bulan mei tahun 2015 dibawah komando Ust Luqman varozdaq sebagai kepala daerah dengan Ust Adlan sebagai ketua pertamanya. Total ada lima unit ditubuh IBP itu sendiri yaitu, Unit Pengawasan Tingkah Laku, Unit Konversi Akhlak, Unit Siraman Rohani yang menyelenggarakan program kultum setiap ba’da dhuha, Unit Kata Kata yang menyebar luaskan tampilan kata-kata Mutiara guna membangun kesadaran para santri dan Unit Tranformasi Pancasila yang berhasil menggagas upacara untuk pertama kalinya, mendului pondok itu sendiri.

            Setelah itu, IBP mengalami penurunan hingga hampir tenggelam. Beruntung, pada tahun 2020-2021, IBP resmi menjadi bagian dari organisasi yang bernaung dibawah kepemimpinan Oscamts.

Periode M Fadlam Mubarok (2020-2021)

            Ia menjadi ketua IBP pertama sesaat setelah IBP masuk kedalam jajaran Oscamts. Bersama dengan Ust Zahfarul al-farisi, atau lebih dikenal dengan nama Ust Faris, IBP muncul kembali dengan jati dirinya dan mulai menyuarakan Kembali program-program mereka, dimulai dari pemberlakuan pemakaian tasbih setiap berangkat pesanggrahan dan lainnya. Kultum juga berhasil dibangkitkan Kembali dengan waktu setiap kamis. Terkait pembelian tasbih, IBP juga membuka pemesanan, jadi tak akan ada alasan kehabisan stok di market

Periode M hadziq Shofaul Jinan (2021-2022)

              Pada masa ini, peran IBP makin terlihat. Dimulai dari program “Illiyyin Berdzikir” para santri mulai digembleng untuk mulai membawa tasbih dimanapun dengan patroli setiap berangkat pesanggrahan. Lalu disusul “Mutiara Hati” dan “Potret Kehidupan” yang bertujuan mengingatkan Kembali tentang akhlak yang mulia dan pembaruan tempelan yang tersebar di seantero Darul Falah. Lalu program kultum yang diprogram dua minggu sekali dan dilakukan setiap malam sabtu ba’da hajat. Tujuan dari diadakannya kembali program kultum adalah untuk melaksanakan salah satu dari perintah Allah SWT berupa Amar ma’ruf nahi munkar. Organisasi yang saat ini berjumlah dua belas orang ini pernah mengalami tiga kali pergantian pembimbing, dimulai dari Ust Haris J, lalu Ust Zaki Darojatun, dan Ust Jazim yang berhasil mengembangkan organisasi ini kembali dengan segudang pengalamanya di Pailus. Terakhir, organisasi ini berhasil menciptakan buku berisi kumpulan doa beserta dalilnya. Organisasi IBP ini juga berniat merilis sebuah buku mirip buku muhasabah di Tasawuf yang entah kapan terealisasikan.

Periode Ishomuddin Hadzik (2022-2023)

          Masih dengan program-program yang hampir sama, Ishomuddin Hadzik dan Ustadz Shiddiq memimpin organisasi IBP. Seperti biasa organisasi ini turut menjaga agar para santri pasca senantiasa berdzikir hingga setiap akan berangkat ke Pesanggarahan, para angota akan mencegat santri didepan gerbang dan bagi yang tidak membawa tasbih akan dikenakan sangsi. Organisasi ini juga turut membuat peraturan bahwa bagi setiap santri yang ketahuan berbicara kotor akan dikenakan sangsi setiap kata harus membayar seribu rupiah.

         Kang Hadziq juga membuat sebuah program baru, yakni fida’. Jadi bagi siapapun yang mengikuti program ini harus membaca tahlil sebanyak 280.000 seperti waktu masih di Asrama Tasawwuf. Dan bagi setiap santri yang ikut harus menyetorkan laporan tentang pepmbacaan dzikir mereka setiap harinya. Mereka akan diberi buku yang harus diisi secara rutin.         

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *