LANSAHABA
LANSAHABA

LANSAHABA

Pada tahun 2012 akhir, lahir sebuah organisasi jurnalistik di bawah naungan organisasi Oscamts dengan Ust Aziq sebagai ketuanya yang diberi nama “Lansahaba” (Kumpulan Santri Harapan Bangsa). Latar belakang dari terbentuknya organisasi ini bermula dari tanggapan Ust Arinal mengenai minat baca santri Pasca yang mulai menurun. Maka, dibentuklah organisasi Lansahaba ini dengan tujuan meningkatkan minat baca santri Pasca dan mengenalkan dunia tulis-menulis serta memajukan literasi asrama Illiyyin pasca dan pondok darul falah tercinta. Dibentuknya Lansahaba juga bertujuan menampung segala karya para santri dalam bentuk tulisan yang dihasilkan dengan berbagai alasan. Nama Lansahaba sendiri tercipta Setelah mengutip dari perkataan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki yang berbunyi

لن سحبت او يتوهم المتوهمون انسحاب فضيللة الزمان علي حضرة المصطفي

Maka diambil lah kata لن سحبت oleh Ust Arinal Haq yang kemudian menjadi nama organisasi ini.

Periode Ust Solikhun (2013-2014)

            Organisasi ini pertama kali dinahkodai oleh Ust Sholikun pada masa kepemimpinan ust. Aziq sebagai ketua Oscamts dan Ust Misbahul Munir sebagai kepala daerah. Program kerjanya pun masih dibilang bingung mau dibawa kemana, lantas sesuai usulan dari berbagai pihak terutama dari organisasi Fana, maka disusunlah pembentukan buletin perdana. Tim redaksinya terdiri dari anggota Fana dan Lansahaba, selanjutnya pada penghujung tahun 2014 terbitlah buletin perdana yang masih black-white warnanya, dan belum full colour.meski begitu, pembuatan bulletin perdana ini tentu mendapat apresiasi yang tinggi serta menandakan terobosan baru asrama Illiyyin Pasca dibidang jurnalistik dan literasi.

Periode Rama (2014-2015)

            Bertepatan Ust Lukman sebagai kepala daerah, Lansahaba pada periode ini berhasil menerbitkan buletin edisi kedua dengan sampul yang mulai berwarna. Baru pada penghujung tahun 2014, terbitlah buletin edisi ketiga. Hal ini tentu disambut gembira oleh para santri peminat buku.

Dua Periode Billy (2015-2016,2016-2017)

Pada semasa ia menjabat, Lansahaba mengalami perkembangan pesat, terbukti pada zamannya memimpin, ia bersama crewnya bisa menerbitkan 4 buletin sekaligus, edisi keempat, edisi kelima yang berjudul “Amtsilati Sebagai Jembatan Bukan Tujuan”, edisi keenam dengan judul “Santri Mboten Kere”, serta buletin edisi ketujuh berjudulkan “Leadership”. Dizamannya pun Ust Lukman membuatkan blogspot (karna jika dibuatkan website terlalu besar) guna menampung tulisan dari anggota Lansahaba. Hal ini tentu disebabkan waktu pembuatan buletin yang terlalu lama, yaitu tiga bulan hingga para anggota Lansahaba bosan dan tak memiliki wadah yang akan menampung tulisan mereka. Sebagai ketua tentu Billy merupakan orang yang paling rajin menulis berita di blog yang diberi nama illiyyinpascaamtsilatiblogspot. Untuk penataan Ust Lukman memoroskan kepada anak-anak Lansahaba dan dibina oleh Ust Iqbal. Namun saat ini, blog tersebut bisa dibilang tidak aktif lagi atau mati.

Dua Periode Sabiqul Umam (2017-2018,2018-2019)

            Pada zamanya, ia dan para anggota Lansahaba kembali membuat buletin kedelapan dangan judul “Revolusi Mental”, juga edisi kesembilan berjudul “Merawat Tradisi, Merespon Modernisasi”, serta edisi kesepuluh yang diberi judul “Agama Pembaharu Pertiwi”. Dan juga, dialah yang membuat logo Lansahaba yang sekarang. Dari yang sebelumnya berupa tangan yang sedang memegang bulu (terdapat pada buletin Lansahaba edisi kesepuluh), hingga saat ini yang berlambangkan bulu. Dan pada zamannya pula muncul icon dari organisasi Lansahaba, yaitu  tokoh Suripto dan kasur (kawan suripto) yang kelak akan selalu muncul dalam mading mingguan Lansahaba.

Periode Fairuz Zulfan (2019-2020)

            Pengecatan dan renovasi mading, itulah program yang diusung oleh Zulfan, ketua kelima Lansahaba. Dizamannya pula muncul wacana untuk membuat buletin pondok, namun hingga saat ini masih belum ada kelanjutan.

Periode Bisyrul Hafi (2020-2021)

            Saat dinahkodai oleh Bisrul Hafi yang tak lain adik kandung dari Sabiqul Umam ketua Lansahaba tahun 2017-2019, Lansahaba menerbitkan buku antologi puisi dan cerpen berjudul “Kawitan” yang berisi karya dari hasil lomba sayembara puisi dan cerpen se-Pondok Putra Darul Falah Amtsilati. Pada sayembara kedua, Lansahaba juga membentuk tim redaksi kembali guna mewujudkan buletin edisi kesebelas, namun karena adanya suatu kendala, buletin ini vaqum diterbitkan

Periode Ghilman Muzakki Ali (2021-2022)

            Lansapost tampil kembali dengan wajah mading yang baru. Dan juga dengan menilik suksesnya buku kumpulan antologi puisi dan cerpen yang pertama, Lansahaba lantas menerbitkan kembali buku antologi puisi dan cerpen yang ke-2 dengan ruang lingkup yang lebih luas yaitu se-pondok Putra dan Putri Darul Falah Amtsilati yang diberi nama “Balai Rasa”.

Balai Rasa “Antologi”

 Pada periode ini juga, dibentuklah tim history illiyyin dengan Rossihan Anwar S sebagai ketua redaksinya. Tugas dari tim ini sendiri ialah menggali dan mengumpulkan serta mengurutkan history Pasca/Sejarah Pasca yang masih tersebar dimana-mana yang kemudian diarsipkan menjadi sebuah buku. Setelah mengerjakan proyek ini selama 2 bulan lamanya, dibantu oleh organisasi Lansahaba dan organisasi ta’lif sebagai pemilik asli program ini, akhirnya terbentuklah sebuah buku berisi sejarah asrama pasca selama 18 tahun terakhir yang diberi judul “Illiyyin Pasca Tak Berkesudahan” yang dilaunching tepat pada ulang tahun pasca yang ke-18. Proyek ini sendiri dikomandoi oleh Irkhamni Wildan dengan mandat yang diberi langsung oleh Kepala daerah asrama surga Illiyyin Pasca saat itu, yaitu Ust Abdussalam.

Periode Lalu Akyasul Fahmi (2022-2023)

Beralihnya kepemimpinan di organisasi ini kembali terjadi. Lalu Akyasul Fahmi keluar sebagai pemimpin baru setelah meraih suara terbanyak. Meski belum berpengalaman di dunia jurnalistik, Bersama dengan Ustadz Irkhamni Wildan, ia berusaha menyesuaikan diri. Di masa ini, Lansahaba berhasil menerbitkan buku “Yi Topik” yang memuat tentang biografi KH Taufiqul Hakim, pengasuh PP Darul Falah. Organisasi jurnalistik ini juga telah mengadakan lomba cerpen dan puisi antar 5 pondok pesantren. Nantinya kumpulan cerpen dan puisi yang terpilih akan dibukukan sebagai kelanjutan dari buku Balai Rasa. Dari segi prestasi, lansahaba juga bisa memenangkan lomba mading antar asrama dalam event merayakan HUT RI pada 17 Agustus 2023. Lansahaba juga ikut membantu dalam pengisian website Illiyyin Pasca bersama organisasi Nahdatul Azkiya dan Lajnah ITQ. Tak hanya itu, Bekerja sama dengan Departemen Literasi PP Darul Falah, organisasi ini ikut andil dalam penerbitan buletin perdana PP Darul Falah. Sayangnya, program majalah dinding yang biasanya dilaksanakan setiap pekan, tidak selalu berjalan lancar. Hal ini disebabkan padatnya kegiatan dan jadwal yang dimiliki masing-masing anggota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *