NAHDLATUL ADZKIYA’
NAHDLATUL ADZKIYA’

NAHDLATUL ADZKIYA’

“ketetapan hukum harus dilaksanakan sesuai kesepakatan”

Pembentukan NA (Nahdlotul Adzkiya) tentu tak lepas dari pemfokusan organisasi Oscamts dalam beberapa bidang, bidang pendidikan tentu salah satunya. NA sendiri adalah sebuah organisasi yang fokus pada bidang musyawaroh dan batshul masail. Nama Nahdlotul Adzkiya (Kebangkitan Para Cendikiawan) sendiri diambil dari nama NU/Nahdhotul Ulama (Kebangkitan Para Ulama). Hal ini dimaksudkan untuk berittiba’ agar NA bisa memberikan manfaat dan manghasilkan para pejuang yang berjuang dijalan Allah. Tujuan dari dibentuknya organisasi ini sendiri adalah agar kegiatan musyawaroh di asrama pasca menjadi lebih teratur, terprogram dengan baik, dan lebih terorganisir.

Periode Ust Agus Busyiri (2013-2014)

            Di tahun 2013, tepat setelah lahirnya Nahdlotul Adzkiya, Ust Agus Busyiri ditunjuk langsung oleh ketua Oscamts saat itu, yaitu Ust Aziq, agar mengurusi organisasi baru ini, organisasi yang berfokus pada musyawarah bahtsul masail di Pasca ini, akhirnya berhasil mengadakan event besar, yakni musyawarah kubro untuk pertamakalinya. Setelahnya NA di nahkodai oleh Aziz As-Syabawi (2014-2015) dan selanjutnya diserahkan kepada Ridwan.

Periode Ridwan (2015-2016)

            Pada zamanya menjabat, bersama dengan Ust Ulin sebagai ketua Oscamts, terbentuklah sistem pemasukan bagi organisasi ini, yakni dengan memberikan denda kepada musyawirin atau kelas yang tidak/telat mengumpulkan jawaban musyawarah. Hal ini didasari tuntutan dari Ust Ulin saat itu agar organisasi memiliki pemasukan sendiri. Setelah masa jabatan usai, Kang Dhorif (2016-2017) memimpin selama satu periode yang kemudian digantikan oleh seorang musyawirin cerdas bernama Tarikh Futuhal arifin (2017-2018) hingga berganti kegenerasi selanjutnya.

Periode Hikami (2018-2019)

            Dengan bakat musyawarah yang telah diasah, Hikami mengikuti forum PENSIL (Pecinta Musyawarah Illiyyin) yang berisikan para maniak musyawarah. Yang rutin melakukan perkumpulan sekitar jam 12 malam setiap harinya. Setelah periode milik Hikami (2018-2019) berakhir, forum Pensil dipegang oleh Ust bihar, dan Ust Aziz Asy’ari. Setelah itu, Ust Faiqul Mazaya dengan nama khas keturunan Raja Mongolia yaitu Khan, mengambil tumpuk kepemimpinan Nahdlotul Adzkiya.

Periode Faiqul Mazayya Khan (2019-2020)

            Dengan Ust Hizbulloh sebagai kepala daerah, NA memiliki sebuah wacana berupa sebuah pembukuan. Hal ini didasari keinginan Ust Hizbulloh untuk membukukan masalah-masalah yang ada di pondok, memberikan dalil untuk masalah yang belum memiliki dalil, yang semuanya dijadikan buku. Dizamanya pula, bersama mantan ketua NA dua periode sebelumnya yakni Ust Tarikh, NA mengalami perubahan motto. Yang mana jika NA sebelumnya menghilangkan pendapat yang dimusyawarahkan, kini mereka menjaga serta memeliharanya. Karna sebagaimana hadist Nabi, organisasi ini yakin bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dan merupakan rahmat untuk umat ini. Dizamannya pula, ia memakai system pembagian kelas musyawaroh yang berbeda, yaitu memakai angka untuk membagi kelas. Hal ini berdasarkan pada jumlah orang yang akan maju kedepan setiap kali bermusyawaroh. Sebagai contoh di kelas 1,yang akan maju untuk membaca dan menerangkan adalah 1 orang. Sedangkan dikelas 2 yang maju 2 orang. dikelas 3, 3 orang yang akan maju. Dan begitu terus hingga kelas ke 5. Juga terdapat 5 event musyawarah, yaitu musyawarah harian (Musyawarah yang menjadi kegiatan setiap malam), Musyawarah Kubro (Musyawarah Antar Kelas), Musyawarah Favorit (Musyawarah Antar Delegasi Kelas), Musyawarah Nusantara (Musyawarah Antar Pengurus se-Pondok Darul Falah), Musyawarah Sparing (Musyawarah Antara Asrama Pasca dan Takhosus). Disini juga terdapat satu program untuk menggali pertanyaan pertanyaan seputar fiqih lewat mading lansahaba yang diberi nama “yas’alunaka”. Dimasa ini pun ust Mazayya beserta ust Tarikh selaku pembimbing berencana membuat kitab “Nasimatul Mufidah Fi Ilmi Masail Waqiah” yang membahas tentang problematika fiqih dan dikupas dengan jawaban beserta dalil hukumnya

Periode Ust Mazayya Khan, Faiqul Ilmi (2020-2021)

            Setelah mengabdi untuk Nahdlotul Adzkiya untuk kedua kalinya, tentu ia berambisi untuk merealisasikan program-program diperiode pertamanya. Kali ini bersama Ust birrul hasani, ia mulai melakukan berbagai upaya pembukuan. Dan alhamdulillah atas izin allah di masa periode keduanya ini wacana tentang pembuatan kitab “Nasimatul Mufidah Fi Ilmi Masail Waqiah” mampu terlaksana. Namun sebelum masa baktinya yang kedua selesai, ia harus memikul tugas untuk menyiarkan amtsilati keluar. Dan tentu saja, Faiqul Ilmi selaku wakil melanjutkan apa yang diperjuangkan ketua dulu. Dan pada semester kedua ini faiqul ilmi berhasil membuat kitab “Qotrun Nada” yang berisi panduan seputar cara bermusyawarah dan istilah-istilah didalamnya.

Periode Fadlam Mubarok (2021-2022)

            Pada saat ia menjabat, organisasi Nahdlotul Adzkiya telah berpindah induk, setelah delapan periode berada dibawah naungan Oscamts sejak terbentuknya organisasi ini, NA kini berada dibawah naungan HILPAMT (Himpunan Lajnah Pasca Amtsilati). Dengan nama Lajnah Batsul Masail, NA yang kini dibimbing oleh Ust Salam telah memiliki banyak program, dengan lanjutan dari program program sebelumnya, ditambah program MPL (musyawarah pasca lebar) yang diselenggarakan dengan lingkup satu fan, guna melatih mental para santri.

Periode Shobekhul Khoir (2022-2023)

            Dengan program yang sama, organisasi NA ditangan Kang Shobekhul Khoir sebagai ketua dan Ustadz Natsir sebagai pembimbing berjalan. Hanya saja kali ini Musyawaroh Nusantara diberikan pada LBMA (Lajnah Batshul Masail Amtsilati). Selain itu MPL (Musyawaroh Pasca Lebar) dijadikan sebagai program resmi dengan waktu pelaksanaan 2 minggu sekali. Selain itu NA mengadakan musyawaroh setiap hari seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *