ORKES
ORKES

ORKES

Organisasi Kebersihan

“Bersih jasmani bersih rohani”

Tahun 2010, para santri pasca berbondong-bondong meminta izin untuk menjadi abdi ndalem (ngabdi). Hal ini akhirnya membuat Ust Arinal berinisiatif mendirikan organisasi di bidang kebersihan dan diberi nama ORKES (Organisasi Kebersihan). Terbentuknya organisasi ini bertujuan agar para santri bisa mengambil pelajaran bahwa ngabdi tidak hanya dalam lingkup pondok saja, melainkan bisa juga dalam lingkup asrama atau ruang lingkup yang lebih kecil. Hal ini juga membuat Orkes menjadi organisasi pertama sekaligus paling tua dibandingkan organisasi lain diasrama Pasca tercinta.

Periode Aziz As-Syabawi (2013-2014)

Alasan dibalik tidak disebutkannya ketua Orkes pertama hingga zaman Ust Aziq menjabat sebagai ketua Oscamts adalah karena kurangnya informasi dan minimnya fasilitas. Dizaman ini Aziz Assyabawi membuat lomba kebersihan antar kamar. Dimasa ia menjabat pula, terdapat program “Hari Jum’at Bersih” dengan mengadakan kerja bakti berskala 1 asrama pasca. Dan setelah periode ini, Ulil (2014-2015) memimpin Orkes dengan programnya yang hanya berputar disekitar bersih-bersih, lalu ia pun mangkat.

Periode Ust Zaenal Abidin (2015-2016)

Dengan amanah yang ia pikul untuk menjadi ketua Orkes, ia pun mulai menjalankan program-programnya. Karena bersamaan dengan Ust Ulinnuha yang saat itu menjabat sebagai ketua Oscamt, ia mulai menjual kitab-kitab sitaan yang menumpuk dan terlantar digudang sebagai pemasukan. Bahkan dizamannya ia meniadakan piket subuh.

 Arjun (2016-2017) maju menggantikan posisi ketua setelah ust Zaenal mangkat. Lalu kemudian Orkes dipimpin oleh Samsudiro dari Semarang.

Periode Samsudiro (2017-2018)

Pada zamannya, terdapat pengerjaan sebuah proyek besar atas perintah langsung dari ust Zainurridho, kepala daerah illiyyin saat itu. Yaitu pembuatan gorong-gorong yang berfungsi sebagai saluran air agar banjir tak menerpa asrama Illiyyin lagi dan anggota Orkes tak terbebani.  Dizaman yang bersamaan dengan kang Nurhidayat sebagai ketua organisasi Oscamts saat itu, organisasi Orkes bekerjasama dengan Detaq (Departemen Taqwa) dalam pembuataan pijakan kaki terkhusus santri yang kehilangan alas kaki akibat keganasan para oknum pengghosob sandal.

Setelah Orkes di Komandoi oleh kang Albi (2018-2019), organisasi Orkes pun  dipimpin oleh seorang tokoh yang jenaka, penuh canda tawa, tetapi memiliki omongan yang berbisa.

Dua Periode Fauzan Zen (2019-2020,2020-2021)

Pengedakkan aula Pasca menjadi topik paling trending di pembicaraan para santri di seantero Darul Falah. Bukan hanya tentang dibuat apa nantinya, atau hilangnya hiburan bioskop diasrama Illiyyin Pasca. Tetapi tentu para santri lebih suka membicarakan tragedi yang terjadi di pengecoran itu, baik yang mengalami sendiri atau hanya yang mendengar katanya-katanya. Namun peran  Orkes sangat penting terkait dengan hal-hal yang membantu pengecoran. Dimulai dari membantu membongkar, pembersihan lantai, pemberesan barang-barang, semuanya Orkes ikut andil.

Dizamannya pula, saat terjadi “Tranformasi Abdussalam”, anggota Orkes turut serta membantu penataan tata letak para santri, baik itu Wustho maupun Ulya.

Periode Imam Daru Q (2021-2022)

Program yang difokuskan ketua Orkes yang satu ini diantaranya adalah bazar. Program ini bertujuan untuk menjual semua barang-barang sitaan yang menumpuk digudang, baik berupa baju, kitab maupun sandal. Alasan mengapa bisa menumpuknya barang-barang tersebut adalah karena banyaknya barang-barang yang berserakan tanpa diketahui pemiliknya dan tidak ada yang mau menebusnya. Lewat program “Allshop” pula, Orkes memperoleh penghasilan guna membeli superpell dan membeli sapu serta peralatan yang lain, mengingat masih adanya oknum-oknum tak berperasaan yang mencuri itu semua. Organisasi yang saat ini berjumlah 23-24 anggota itu, juga memantau setiap 3 bulan sekali sesuatu yang masih kurang di Iliyyin Pasca. Yang kesemuanya dibimbing oleh Ust Syifa.

Periode Daud Hazami (2022-2023)

            Bersama dengan Ustadz Mustaqim, Organisasi Orkes ini bekerja sama dengan kebersihan pondok. Kerja samanya meliputi relawan akhirat yang biasanya mereka akan membersihkan lingkungan pondok setiap Malam Jum’at. Apabila hujan tiba, para anggota akan membantu menanggulangi air yang akan banjir. Mereka juga menjadi kuli dadakan apabila ada kekurangan tenaga kerja. Selain itu kurang lebih program Organisasi Orkes sama. Membersihkan lingkungan Asrama Illiyyin Pasca. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *